JANGAN RAGU MELAKUKAN APA YANG HARUS DILAKUKAN!

Seri Video 9 Nilai Gus dur

Ingat! Seorang ksatria tidak takut menghadapi persoalan, tidak takut menghadapi orang-orang atau kelompok-kelompok yang dianggap akan menghancurkan atau merusak tatanan keadilan dan kemanusiaan yang ada.

Simak pembahasan mengenai “Keksatriaan” yang merupakan satu dari #9NilaiGusDur, bersama Alissa Wahid, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian.

transcript

Suatu ketika setelah Gus Dur wafat, saya berkontak dengan kelompok Ahmadiyah yang sedang diserang oleh kelompok garis keras, dilempari kampungnya dan mereka mengeluh. Mereka menyatakan begini, “Seandainya Gus Dur masih ada pasti besok pagi setidaknya” … karena ini disebuah kampung yang jauh dari kota kecil, jadi enggak mungkin pada saat itu juga Gus Dur akan berada di sana …. Ini mubalig Ahmadiyahnya waktu itu menyampaikan begitu. “Seandainya Gus Dur masih ada, kami yakin Gus Dur besok pagi sudah ada di depan gerbang kampung kami untuk melindungi kami.”

Dan waktu itu saya berpikir bahwa Gus Dur sangat menunjukkan bagaimana seorang ksatria harusnya bertindak. Seorang ksatria, dia bertumpu, berpegang, bersumbu pada kebenaran yang dia yakini. Seorang ksatria tidak takut untuk menghadapi persoalan, tidak takut untuk menghadapi orang-orang atau kelompok-kelompok yang dianggap akan menghancurkan atau merusak tatanan keadilan dan kemanusiaan yang ada. Seorang ksatria tidak ragu-ragu untuk melakukan apa yang harus dilakukan walaupun tidak ada panggung, tidak ada gemerlap, tidak ada popularitas, tidak ada materi yang bisa dia dapatkan dari perjuangan itu. Seorang ksatria hidup dengan nilai-nilainya dan memperjuangkan nilai-nilainya ini dengan kesungguhan dan ketulusan. Karena itu sikap atau nilai keksatriaan adalah salah satu nilai yang patut kita teladani dari Gus Dur.

Apa yang dapat menyebabkan nilai keksatriaan dapat dalam diri seseorang menjadi luntur? Nilai keksatriaan bisa menjadi luntur atau berkurang dalam keseharian kita kalau kita terlalu sibuk dengan kepentingan diri sendiri dan kepentingan kelompok ini akan membuat kita bersikap tidak adil. Kalau kita bersikap tidak adil, maka kita juga tidak akan mau memperjuangkan segala sesuatu dengan kesungguhan hati dan ketulusan. Dan disitulah tantangan kita untuk bersikap keksatria.

Bersikap ksatria itu bukan grasa-grusu. Bersikap ksatria itu bukan kemudian berkata bahwa “Demi nama Tuhan, saya akan membasmi kalian.” Bukan begitu! Itu bukan sikap ksatria. Sikap ksatria lahir dari sikap ketuhanan. Dan berusaha untuk mewujudkan sikap ketuhanan itu, nilai ketuhanan itu dalam kehidupan sehari-hari, tanpa kita mengharapkan balas jasa dari perjuangan ini. Itulah sikap kesatria. Dan sikap kesatria tidak harus bersikap gegap gempita atau harus dengan suara keras, dengan keberanian yang seperti di medan perang. Sikap kesatria dapat muncul dalam kelembutan sikap kita, tetapi keteguhan kita untuk memegang prinsip-prinsip kebenaran.

MORE LEADER'S TALK ...