DISKUSI WARGA

Warga Negara Indonesia berinisiatif untuk mengobarkan kesadaran berbangsa dan bernegara, semangat persatuan dan tekad untuk membuat suatu perubahan, melalui kelompok-kelompok kecil yang tersebar dari Sabang sampai Merauke yang berkomitmen untuk memberikan sumbangsih tenaga, waktu dan pemikiran bagi sesamanya.

“Never doubt that a small group of thoughtful, committed citizens can change the world; indeed, it’s the only thing that ever has.”

Margaret Mead

Perubahan besar dimulai oleh sekelompok kecil orang yang tekun mempelajari dan menyikapi masalah bersama yang mereka hadapi.

Besarnya masalah yang dihadapi bangsa ini seringkali memaksa kita memikirkan solusi-solusi besar, sehingga kita merasa tidak berdaya. Tapi sebetulnya banyak perubahan besar dapat terjadi apabila kita setia melakukan langkah-langkah sederhana.

Diskusi Warga adalah sebuah bentuk diskusi dalam kelompok-kelompok kecil, di mana orang bertemu secara berkala untuk bersama-sama belajar hak dan tanggungjawabnya sebagai warganegara. Mereka juga belajar bagaimana menanggapi masalah yang dihadapi dalam masyarakat, bangsa, dan negara ini, sebagai warganegara yang bertanggung-jawab. Diskusi Warga adalah langkah sederhana untuk ikut mempersiapkan warganegara yang dapat memimpin perubahan-perubahan besar demi kesejahteraan bersama.

 

Mengapa Diskusi Warga Diperlukan?

Banyak orang berpikir bahwa seseorang bisa membawa suatu perubahan besar hanya jika seseorang berada dalam jabatan-jabatan kunci, misalnya di pemerintahan.  Oleh sebab itu, orang berusaha untuk meraih jabatan-jabatan tersebut bila ingin membawa perubahan.  Di lain pihak, bagi mayoritas rakyat, ada rasa apatis dan tidak berdaya karena merasa hanya wong cilik saja yang jauh dari kekuasaan.  Paradigmanya adalah perubahan hanya bisa terjadi dari atas ke bawah (top-down).  Apakah ini selalu benar?

Setelah amandemen UUD 1945,  Negara Indonesia telah berubah dari negara otoriter menjadi negara demokratis.  Perubahan itu terlihat nyata dari pasal 1 ayat 2 UUD 1945 yang awalnya berbunyi “Kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”, tapi setelah amandemen menjadi “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.”

Perubahan UUD 1945 antara tahun 1999-2002 ini telah mengembalikan kedaulatan rakyat, serta menegaskan prinsip demokrasi dan negara hukum di Indonesia. Namun perubahan fundamental ini akan sia-sia apabila kita tidak menyadari hak dan tanggungjawab yang kita miliki sebagai warganegara untuk ikut menentukan masa depan Indonesia.

Misalnya, mereka yang dipilih rakyat untuk menjalankan pemerintahan ―misalnya Presiden, DPR, DPD― harus selalu mengambil keputusan sesuai aturan dalam UUD 1945, supaya tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan, baik untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Bagaimana pengawasannya? Disinilah pentingnya kita sebagai warganegara Indonesia untuk memahami isi Konstitusi kita, yaitu UUD 1945 hasil perubahan (amandemen). Berbekal pemahaman Konstitusi ini, kita dapat ikut mengawasi jalannya pemerintahan, serta ikut memecahkan masalah bersama dalam masyarakat sesuai aturan kita sepakati bersama, yaitu Konstitusi. Kita sadar betapa bahayanya jika masing-masing orang atau kelompok main hakim sendiri, tanpa mengikuti aturan yang ada. Marilah kita mulai dari diri kita sendiri, agar Konstitusi ini menjadi pedoman kita bersama. Diskusi Warga adalah sarana kita belajar hak dan kewajiban sebagai warganegara dalam melaksanakan kedaulatan sebagai rakyat. Kedaulatan yang dilindungi oleh Konstitusi kita, UUD 1945.

 

Metode PIPA

Diskusi Warga itu mengasyikkan! Diskusi Warga dirancang bukan seperti kelas pembelajaran yang mungkin monoton, satu arah, dan membosankan, tetapi Diskusi Warga adalah kelompok diskusi bersama. Setiap kita memiliki peran penting. Dan pendapat anda sangat berharga.

Diskusi Warga (DW) dirancang dalam satu kurikulum tertentu. Dalam setiap pertemuan DW, anda akan belajar satu topik baru. Topik tersebut ditulis secara singkat namun padat. Bukan dengan bahasa akademis, tetapi bahasa sehari-hari. Selain itu, setiap bahan DW akan disusun dalam metode PIPA. Pipa adalah sebuah saluran. Dan ini melambangkan bahwa tujuan DW tidak berhenti pada diri peserta diskusi, tetapi agar anda dan saya menjadi pipa (saluran)  yang berperan aktif dalam transformasi masyarakat. Apa itu PIPA?

 

PELAJARI

Anda akan mempelajari artikel singkat Pengantar DW. Artikel ini berfungsi untuk memperkenalkan sebuah topik baru yang anda akan pelajari selama DW.  Agak sedikit panjang memang, tetapi jangan kuatir, kami akan mensarikan untuk anda.

INGAT

Setelah anda membaca pengantar DW, inilah beberapa ide penting (point utama) dari topik bahasan yang perlu anda ingat. Cobalah mengerti beberapa point ini, apabila anda belum mengerti dengan jelas, coba diskusikan dengan rekan yang lain.

PENUNTUN DISKUSI

Kini tiba saatnya untuk anda berdiskusi-ria. Anda akan dipandu dengan 4-5 pertanyaan yang berfungsi sebagai pertanyaan penuntun untuk memulai diskusi warga. Tidak perlu kaku, tentunya. Bisa fleksibel namun tetap terarah pada tujuan DW.

AKSI

Anda telah belajar suatu topik, dan anda telah berdiskusi. Lalu apa? Pertanyaan aksi, mengajak anda untuk memikirkan dan melakukan suatu tindakan konkrit sebagai warganegara yang bertanggung jawab.

Bagaimana Memulai Diskusi?

1. Undang

Lihatlah sekeliling anda. Undanglah orang-orang di sekitar anda, misalnya tetangga, saudara, penggiat di RT atau kelurahan, paguyuban, kekerabatan adat, dll. Ceritakan mengenai Diskusi Warga ini dan  tujuannya. Tentukan tanggal, waktu, tempat pertemuan dan buatlah undangan kepada sekitar 10 orang.

2. Siapkan Materi

Ikutilah materi paket Diskusi Warga dari  situs  www.warganegara.org .  Bahan yang terdiri dari bahan bacaan dan beberapa pertanyaan tersebut dapat di fotokopi terlebih dahulu sesuai keperluan atau silakan share URL nya.

3. Mulailah Diskusi Warga

Dapat dimulai dengan ramah tamah dan perkenalan antar peserta dalam suasana yang santai yang dilanjutkan dengan acara diskusi.  Hasil diskusi yang berupa pokok-pokok pikiran dapat dicatat dan diulang kembali diakhir diskusi sebagai kesimpulan.

4. Ceritakan

Ceritakanlah hasil pertemuan ini melalui email, sms, facebook dan percakapan, ke teman, keluarga, atau tetangga, supaya lebih banyak orang lagi yang mendapat manfaat dari Diskusi Warga ini. Ingat, anda adalah PIPA atau saluran pendidikan bagi orang lain.

Memimpin Kelompok Diskusi

Sikap dan ketrampilan anda sebagai pemimpin adalah salah satu faktor penting dalam menentukan semangat dan suasana pertemuan. Sikap yang tenang namun penuh antusiasme, akan menyebar kepada setiap anggota kelompok sejak awal Diskusi Warga (DW) dimulai. Jadikan DW sebagai diskusi milik bersama dan bangun suasana menyenangkan.

A. PERSIAPAN

1. Sedapat mungkin aturlah susunan duduk yang melingkar sehingga setiap orang dapat saling memandang dan mudah berbicara satu dengan yang lain.

2. Bagikan bahan DW kepada setiap peserta. Bahan DW dapat diambil di situs www.warganegara.org

3. Sejak awal, jelaskan bahwa pertemuan itu adalah untuk berdiskusi bukan ceramah atau debat kusir. Kemudian sampaikan aturan-aturan dasar DW:

a. Tujuan dan batasan materi  yang akan dipelajari.

b. Pentingnya menghargai pendapat dan peran setiap orang dalam diskusi.

c. Kesepakatan bersama tentang lamanya diskusi dan siapa yang akan mencatat hasil diskusi.

4. Mulailah tepat waktu. Disamping membuang waktu, kebiasaan terlambat menimbulkan dampak psikologis yang buruk, seperti DW itu hanya main-main dan tidak penting.

B. MEMULAI DISKUSI WARGA

1. Bukalah DW dengan memperkenalkan diri anda dan minta peserta berkenalan secara singkat. Catatlah nama-nama peserta.

2. Dalam mengarahkan pertanyaan, sebutkan nama orang itu. Hal ini juga akan membantu yang lain mengingat nama rekan diskusi.

3. Jika anggota kelompok masih belum mengerti apa yang dimaksudkan oleh pembuat bahan DW, anda dapat mengkalimatkan ulang dengan kata-kata sendiri.

4. Kendalikan waktu. Setelah suatu pertanyaan terjawab dengan memuaskan, segeralah beralih ke pertanyaan berikutnya (jangan bertele-tele atau terjebak debat kusir). Pengulangan akan menimbulkan kebosanan.

5. Secara berkala buatlah kesimpulan tentang apa yang telah kelompok capai dari bahan yang dipelajari. Ini akan menolong untuk memperoleh ide-ide berarti selanjutnya dan untuk menjaga alur pertanyaan. Tapi jangan berceramah.

6. Pada akhir DW, berilah kesimpulan pendek (bisa dikaitkan kembali dengan tujuan topik)  dan tutup dengan doa. Beri kesempatan kepada peserta untuk menanggapi.

7. Akhiri tepat pada waktunya. Yang masih ingin melanjutkan diskusi secara informal dapat meneruskan, tapi yang lainnya dapat pulang.

C. TIPS PRAKTIS

1. Hindari untuk menjawab pertanyaan saudara sendiri. Suatu kelompok akan menjadi pasif jika pemimpin terlalu banyak berbicara. Tugas pemimpin adalah memimpin diskusi dengan memberi kesempatan kepada orang  untuk berpendapat.

2. Jangan kuatir dengan keheningan. Peserta perlu waktu untuk berpikir tentang pertanyaan dan menyusun jawaban mereka. Tetapi cobalah untuk membedakan antara diam karena sedang berpikir dengan diam karena pertanyaan tidak jelas.

3. Eksplorasi topik dan jangan puas dengan satu jawaban. Minta juga jawaban peserta yang lain. Tanyalah “Apakah ada jawaban lain?” atau “Apakah ada yang mau menambahkan?”. Beri kesempatan kepada beberapa orang untuk berbicara.

4. Berilah dukungan yang positif! Orang akan memberikan kontribusi jika merasa jawabannya dihargai. Berikan perhatian penuh kepada siapapun yang sedang berbicara. Responi jawaban mereka dengan mengatakan “Suatu pengamatan yang baik” atau “point yang sangat bagus”. Berilah penghargaan kepada orang yang pemalu atau anggota yang ragu atau takut jawabannya salah.

5. Terimalah semua jawaban. Jangan sekali-kali menolak jawaban. Jika jawaban itu jelas salah, tanyakan, ”Alasan apa  yang membuat Saudara berpikir demikian?” atau “Bagaimana pendapat yang lain?”

6. Jangan takut pada perdebatan. Hal ini menghangatkan diskusi, namun demikian perlu diperhatikan kemungkinan adanya debat kusir atau timbulnya perkataan yang dapat menyakiti orang lain. Ingatkan kembali akan peraturan dasar DW.

 

Bagikan Pengalaman dan Pendapat Anda!

Jangan simpan pengalaman dan pendapat anda. Bagikan kepada yang lain. Ingatlah anda adalah PIPA atau saluran pendidikan bagi bangsa. Ikutlah mewarnai perjalanan bangsa kita, dengan melibatkan diri secara bertanggungjawab sebagai warganegara.

1. SUARA WARGA

Kami menyediakan media komunikasi SUARA WARGA sebagai sarana untuk berbagi ide dan pemikiran yang telah dibahas dalam Diskusi Warga dari kota satu ke kota lain.

Panduan Penulisan:
a. Pilihlah salah satu topik yang dominan atau penting.
b. Paparkan alasan pemilihan topik, lanjutkan dengan penulisan dinamika ide/pemikiran yang berkembang dalam Diskusi Warga.
c. Ceritakan langkah Aksi atau komitmen kelompok.
d. Rangkailah dalam bentuk cerita yang mudah dicerna oleh pembaca  (maks. 200 kata).
e. Lampirkan foto (2-4 foto) yang berhubungan dengan topik diskusi atau pertemuan DW. (mis: topik tentang kemiskinan, maka foto yang dilampirkan adalah foto kemiskinan di daerah anda; atau foto pertemuan / aktifitas DW anda).
f. Hasil dikirim via email: diskusi@warganegara.org

2. TEBARKAN PESAN ANDA SECARA KREATIF

Ajak seluruh anggota kelompok Diskusi Warga untuk aktif menyampaikan pesan (hasil diskusi) secara kreatif dan bertanggungjawab. Jangan hanya berdiam diri, sebarkan hasil diskusi Anda melalui percakapan sehari-hari dengan tetangga, anggota keluarga, atau rekan kerja di kantor. Anda juga dapat menulis artikel atau surat pembaca di suratkabar, atau melalui program radio setempat. Manfaatkan juga teknologi yang ada. Anda dapat menggunakan sms, e-mail, facebook, twitter, Instagram, YouTube, membuat video blog (vlog) atau menulis Blog di internet.

Dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan publik, Anda juga dapat menulis surat ke anggota DPR, DPRD, DPD, atau pihak berwenang lainnya. Tapi jangan lupa, belajarlah menyampaikan pemikiran Anda secara jelas dan sistematis, serta memperhatikan kesopanan, aturan yang ada, dan menghormati semua orang. Kita perlu belajar menjadi WARGANEGARA YANG BERTANGGUNGJAWAB.