08 111 0 888 54 humas@warganegara.org

Saya selalu berkata… ada atau tidak ada dukungan pemerintah, saya akan tetap membangun kota dan bangsa saya sesuai bidang yang saya bisa kerjakan. Tidak harus besar, tapi mulai dari diri kita,“ ucap Ratna Sutedjo, pendiri Precious-One – social entreprise yang mempekerjakan penyandang disabilitas tuna rungu.

Gagasan Precious One tercetus pada 2014, sesudah Ratna menderita Hepatitis A yang membuatnya harus istirahat total selama dua bulan. Di sinilah titik awal kiprah Ratna bagi penyandang disabilitas.

“Ketika saya sakit dan tidak bisa apa-apa, di situ saya memikirkan kaum disabilitas yang memiliki keterbatasan fisik. Karena itu, saya bernazar akan membantu kaum disabilitas kalau saya sembuh,“ ungkapnya.

Setelah pulih, Ratnapun mulai bergaul dengan kaum disablitas. Keseriusannya dibuktikan dengan mempelajari bahasa isyarat. Karena bersentuhan langsung dengan kaum disabilitas, ia kemudian menemukan bahwa masalah terbesar mereka adalah soal pekerjaan dan stigma negatif dari masyarakat.

Bermodalkan niat dan keberanian, Ratnapun mulai mengajari keterampilan membuat barang kerajinan kepada murid pertamanya yang merupakan seorang tuna rungu. Tak disangka, murid ini cepat belajar bahkan mampu membuat produk-produk bernilai jual yang menuai respon positif dari teman-teman Ratna.

Setelah keberhasilan murid pertamanya itu, teman-teman tuna rungu lainnya kemudian mulai berdatangan satu persatu. Di situlah awal berdirinya rumah inspirasi Precious One, yang sampai saat ini sudah berusia 13 tahun.

Perjalanan Ratna tentu tidak mulus. Berbagai penolakan sudah pernah dialaminya. Namun ia terus berjuang, dan bertekad untuk mengubah pandangan masyarakat kebanyakan mengenai produk yang dihasilkan teman-teman disabilitas.

Ia meyakini bahwa karyawannya dapat menghasilkan karya yang sama berkualitasnya, sehingga  produk mereka tidak perlu dikasihani. Itulah sebabnya Precious One mengusung tagline “Bangga Gunakan Produk Disabilitas”. “Setiap pribadi berharga, apapun keadaan atau kekurangan fisiknya”, ucap Ratna.

Sampai saat ini,  Precious One telah menghasilkan barang-barang kerajinan berupa tas, tempat tisu, dompet, sarung bantal, tutup galon air, boneka jari, aneka hiasan dinding, sederet boneka kertas superhero terkemuka seperti Captain America, Wonder Woman, Gatot Kaca dan Spiderman.

Karyawan Precious One  sekarang terdiri dari 18 orang tuna rungu, serta 10 orang penyandang keterbelakangan mental (down syndrome), dan lainnya yang sudah bekerja di perusahaan lain.

Walaupun penuh tantangan dan pengorbanan, namun Ratna terus menjalankan perannya sebagai warga negara yang bertanggung jawab; memperjuangkan kesejahteraan teman-teman penyandang disabilitas.